Data Lowongan Kerja Jogja: Profesi dan Wilayah Terbanyak (Update November 2026)

Lowongan apa yang paling banyak dibuka di Jogja? Lihat profesi, wilayah dengan lowongan terbanyak, syarat pendidikan, dan status kerja dari LokerJogja.id.

Pencari kerja membaca daftar lowongan dan laptop di sebuah kafe di Yogyakarta

Data lowongan kerja Jogja berikut merangkum lowongan yang tayang di LokerJogja.id sepanjang Oktober 2026. Kami menyajikannya dalam bentuk persentase agar mudah dibandingkan, sehingga kamu bisa melihat bidang apa yang sedang ramai, wilayah mana yang paling banyak membuka posisi, dan syarat apa yang paling sering diminta perusahaan.

Satu catatan sebelum membaca: satu lowongan bisa masuk lebih dari satu kategori. Misalnya, iklan kasir di Sleman bisa tercatat sebagai profesi kasir sekaligus pelayanan pelanggan. Karena itu, persentase dalam satu daftar tidak berjumlah 100 persen. Semua angka di tabel dibulatkan ke persen terdekat.

Ringkasan data lowongan kerja Jogja Oktober 2026

Jumlah lowongan baru yang tayang sepanjang Oktober 2026 relatif stabil, hanya naik tipis sekitar 2 persen dibanding September. Hampir semuanya, sekitar 96 persen, berstatus kerja penuh waktu. Lowongan paruh waktu sekitar 6 persen, freelance sekitar 3 persen, dan magang sekitar 1 persen. Lowongan yang bisa dikerjakan jarak jauh juga masih sangat sedikit, sekitar 1 persen.

Artinya, jumlah pilihan kerja di Jogja bertahan di kisaran yang sama dengan bulan sebelumnya, dan persaingan tetap ada. Berkas yang rapi dan sesuai syarat masih menjadi pembeda utama. Kalau ingin langsung melihat daftar lengkapnya, buka halaman lowongan kerja Jogja yang diperbarui setiap hari.

Profesi yang paling banyak dibuka

Bidang pelayanan dan penjualan masih mendominasi. Pada Oktober 2026, pelayan restoran menjadi profesi yang paling sering dicari, disusul sangat tipis oleh pelayan toko, lalu marketing dan sales. Tabel berikut menunjukkan porsi lowongan yang mencantumkan tiap profesi.

Peringkat Profesi Porsi lowongan
1 Pelayan restoran 18%
2 Pelayan toko 18%
3 Marketing 14%
4 Sales 14%
5 Administrasi 14%
6 Pelayanan pelanggan 13%
7 Staf dapur 10%
8 Kasir 9%
9 Staf operasional 7%
10 Konten kreator 7%

Pola ini cocok dengan wajah Jogja sebagai kota wisata, kuliner, dan pendidikan. Restoran, kafe, toko, dan usaha jasa butuh banyak orang yang langsung melayani pelanggan, ditambah staf dapur di belakangnya. Konten kreator kini masuk sepuluh besar, tanda ada permintaan untuk peran pemasaran digital. Di luar sepuluh besar, koki, staf keuangan, helper, barista, dan petugas kebersihan masing-masing muncul di sekitar 6 persen lowongan.

Kalau kamu berminat di ritel, cek lowongan pelayan toko terbaru dan perhatikan jam kerjanya. Banyak toko dan restoran memakai sistem shift, termasuk akhir pekan.

Pencari kerja merapikan berkas lamaran berisi CV dan pas foto di meja kerja
Siapkan berkas sesuai syarat sebelum melamar ke beberapa lowongan sekaligus.

Wilayah dengan lowongan terbanyak

Sleman paling dominan: lebih dari 6 dari 10 lowongan mencantumkan lokasi kerja di Sleman. Kota Jogja menyusul di posisi kedua, lalu Bantul, sedangkan Gunungkidul dan Kulon Progo punya porsi yang hampir sama.

Wilayah Porsi lowongan
Sleman 62%
Kota Jogja 43%
Bantul 32%
Gunungkidul 19%
Kulon Progo 19%
Luar DIY 6%
Bisa dari mana saja 1%

Satu lowongan bisa mencantumkan lebih dari satu wilayah, jadi totalnya lebih dari 100 persen.

Dominasi Sleman masuk akal karena wilayah ini padat kampus, kos, kafe, dan pusat belanja. Kalau kamu tinggal di sekitar sana, mulailah dari lowongan kerja di Sleman supaya waktu dan ongkos perjalanan lebih hemat. Jarak tempat kerja sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja jangka panjang.

Syarat pendidikan dan pengalaman yang paling sering diminta

Lulusan SMA/SMK punya peluang paling luas: lebih dari 8 dari 10 lowongan menerima jenjang ini. Lulusan S1/D4 dan D1 sampai D3 juga cukup banyak dicari, sedangkan lowongan untuk lulusan SD sampai SMP dan S2 masih sedikit.

Jenjang pendidikan Porsi lowongan
SMA/SMK 84%
S1/D4 37%
D1 sampai D3 31%
SD sampai SMP 7%
S2/profesi 1%

Banyak lowongan menerima beberapa jenjang sekaligus, misalnya SMA/SMK dan D3, jadi totalnya lebih dari 100 persen.

Dari sisi pengalaman, sekitar 82 persen lowongan terbuka untuk pelamar tanpa pengalaman. Ini kabar baik bagi fresh graduate. Namun, sekitar 87 persen lowongan juga menyebut pengalaman 1 sampai 2 tahun, karena banyak perusahaan mencantumkan beberapa tingkat pengalaman sekaligus. Lowongan yang meminta pengalaman 3 sampai 4 tahun hanya sekitar 5 persen, dan yang meminta lebih dari 5 tahun sekitar 1 persen. Jadi, pengalaman magang, kerja paruh waktu, atau organisasi kampus tetap layak ditulis di CV, lengkap dengan tugas yang pernah kamu kerjakan.

Lulusan sekolah menengah bisa langsung menyaring lowongan untuk lulusan SMA/SMK agar tidak menghabiskan waktu di lowongan yang syaratnya tidak cocok.

Cara memanfaatkan data ini saat melamar

  • Fokus pada bidang yang sedang ramai, tetapi tetap pilih yang sesuai minat dan kemampuanmu.
  • Prioritaskan lokasi yang dekat dengan tempat tinggal agar ongkos dan waktu perjalanan tidak memberatkan.
  • Sesuaikan CV untuk setiap jenis posisi. CV untuk pelayan restoran sebaiknya menonjolkan keramahan dan ketahanan kerja shift, sedangkan CV untuk marketing menonjolkan kemampuan berkomunikasi.
  • Tanyakan rincian tunjangan, uang makan, dan lembur saat wawancara, karena tidak semua iklan menuliskannya.
  • Waspadai lowongan yang meminta biaya pendaftaran, pelatihan, atau seragam di awal. Perusahaan yang serius tidak memungut biaya dari pelamar.

Tips lebih lengkap tentang CV, wawancara, dan cara menghindari lowongan palsu bisa kamu baca di kumpulan artikel tips kerja LokerJogja.

FAQ data lowongan kerja Jogja

Dari mana data lowongan kerja Jogja ini diambil?

Data diambil dari lowongan yang tayang di LokerJogja.id selama periode yang disebutkan, lalu diringkas menjadi persentase per kategori. Data pribadi dan kontak perusahaan tidak ikut diolah.

Seberapa sering data ini diperbarui?

Artikel ini diperbarui setiap bulan setelah satu bulan penuh selesai, sehingga angkanya selalu mengacu pada periode yang lengkap.

Kenapa persentase per kategori tidak berjumlah 100 persen?

Satu lowongan bisa masuk ke beberapa kategori sekaligus, misalnya dua profesi atau dua lokasi. Jadi, persentase dalam satu daftar tidak perlu dijumlahkan.

Lulusan apa yang paling banyak diterima di lowongan Jogja?

Lulusan SMA/SMK. Sekitar 84 persen lowongan pada Oktober 2026 menerima jenjang ini, disusul S1/D4 dan D1 sampai D3.

Bagikan
Follow LokerJogja.ID Ikuti Kami